Administrasi pendidikan

 

Administrasi pendidikan




KATA PENGANTAR



Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmatnya sehingga makalah ini dapat selesai.Tak lupa pula kita kirimkan salawat kepada Nabiullah Muhammad SAW.

Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing,orang tua,teman-teman serta semua pihak yang telah mendukung dan membantu kami menyelesaikan makalah ini baik bantuan secara formil,maupun materil.

Makalah yang akan kami sajikan berjudul “Ruang lingkup serta fungsi Administrasi Pendidkan “.makalah ini masih memiliki jauh dari kesempurnaan,oleh karena itu,kami sangat mengharapkan kritik yang sifatnya membangun dari pihak pembaca.Demi mencapai kesempurnaan makalah yang berikutnya.



Makassar,1 Oktober 2011





Penulis















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………………………………………1

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………………………………..2

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG ……………………………………………………………………………………………………3

B. RUMUSAN MASALAH ……………………………………………………………………………………………..4

C. TUJUAN PENULISAN………………………………………………………………………………………….4



BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN……………………………………………………..5

B. RUANG LINGKUP ADMINISTRASI PENDIDIKAN………………………………………………7

C. FUNGSI-FUNGSI ADMINISTRASI PENDIDIKAN……………………………………………..10



BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN…………………………………………………………………………………..17

B. SARAN…………………………………………………………………………………………17



DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………….18















BAB I

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

Dalam dunia pendidikan di Indonesia,bidang studi administrasi pendidikan boleh dikatakan masih baru.Di Negara-negara yang sudah maju,administrasi pendidikan mulai berkembang dengan pesat sejak pertengahan abad ke-20 terutama sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua.Khususnya di Negara kita,Indonesia,Administrasi Pendidikan baru mulai diperkenalkan dibeberapa IKIP sejak tahun 1960-an,dan baru d masukkan sebagai mata pelajaran dan mata ujian di SGA/SPG sejak tahun ajaran 1965/1966.Oleh karena itu,tidak mengherankan jika para pendidik sendiri banyak yang belum dapat memahami betapa perlu dan pentinganya administrasi pendidikan itu dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan pada umumnya.Disamping itu,administrasi pendidikan itu sendiri sebagai ilmu,terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan pendidikan di Negara masing-masing.

Meskipun praktek adminstrasi sudah sejak dahulu kala dilaksanakan orang,bahkan sejak manusia bermasyarakat dan bernegara,administrasi sebagai ilmu baru muncul pada permulaan pertengahan kedua abad ke-19.

Sekarang kita mengenal administrasi pendidikan sebagai salah satu cabang dari ilmu administrasi pada umumnya.Para ahli pendidikan mulai menyadari bahwa meskipun prinsip-prinsip administrasi dalam berbagai lapangan memiliki kesamaan,baik dalam proses maupun tujuannya.Dalam dunia pendidikan,mempunyai kekhususan yang tidak dapat disamakan begitu saja dengan dunia perusahaan ataupun pemerintahan.Jika dalam perusahaan yang diolah adalah benda-benda mati atau bahan-bahan mentah,maka dalam dunia pendidikan yang diolah adalah benda-benda hidup atau anak-anak didik.

Perbedaan administrasi pendidikan dengan administrasi lain,terletak pada prinsip-prinsip operasinalnya,dan bukan pada prinsip-prinsip umumnya.Dengan demikian,meskipun untuk memahami administrasi pendidikan,diperlukan pemahaman atau penguasaan prinsip-prinsip administrasi umum,tidak berarti bahwa pengetahuan administrasi tidak dapat diterapkan didalam administrasi pendidikan karena prinsip opersionalnya berbeda.

B.RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan administrasi pendidikan?

2. Bidang-bidang apa saja yang melingkup administrasi pendidikan?

3. Sebutkan fungsi-fungsi administrasi pendidikan?

C.TUJUAN PENULISAN

1. Dapat mengemukakan pengertian administrasi pendidikan.

2. Dapat mngemukakan bidang-bidang dalam administrasi pendidikan.

3. Dapat menjelaskan fungsi-fungsi administrasi pendidikan.



























BAB II

PEMBAHASAN

A.PENGERTIAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Berdasarkan etimologi “administrasi” berasal dari bahasa latin yang terdiri dari “ad” artinya intensif dan “ministrare” artinya melayani, membantu atau mengarahkan. Jadi pengertian administrasi adalah melayani secara intensif. Dari perkataan “administrare” terbentuk kata benda “administrario” dan kata “administrauus” yang kemudian masuk ke dalam bahasa Inggris yakni “administration” (DR. Hadari Nawawis, 1982). Selain itu dikenal juga kata “administratie” yang berasal dari kata belanda, namun memilki arti yang lebih sempit, sebab terbatas pada aktivitas ketatatusahaan yaitu kegiatan penyusunan dan pencatatan keterangan yang diperoleh secara sistematis. Administrasi sering dikaitkan dengan aktivitas administrasi perkantoran yang hanya merupakan salah satu bidang dari aktivitas adminstrasi yang sebenarnya.


Ditinjau dari katanya, administrasi mempunyai arti sempit dan arti luas. Dalam arti sempit diartikan sebagai kegiatan pencatatan data, surat-surat informasi secara tertulis serta penyimpanan dokumen sehingga dapat dipergunakan kembali bila diperlukan. Dalam hal ini kegiatan administrasi meliiputi pekerjaan tata usaha. Dalam arti luas, administrasi menyangkut kegiatan manajemen/pengelolaan terhadap keseluruhan komponen organisasi untuk mewujudkan tujuan/program organisasi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pekerjaan administrasi merupakan pekerjaan operatif dan manajemen.


Sedangkan administrasi pendidikan merupakan perpaduan dari dua kata, yakni “administrasi” dan “pendidikan”. Pada hakekatnya administrasi pendidikan adalah penerapan ilmu administrasi dalam dunia pendidikan atau dalam pembinaan, pengembangan dan pengendalian usaha praktek-praktek pendidikan. Administrasi sekolah merupakan salah satu bagian dari administrasi pendidikan, yaitu administrasi pendidikan yang dilaksanankan di sekolah. Salah satu alat administrasi sekolah adalah tata usaha.

Dalam buku Kurikulum,Usaha-usaha Perbaikan dalam Bidang Pendidikan dari Departemen P dan K,”Administrasi Pendidikan adalah suatu proses keseluruhan,kegiatan besama dalam bidang pendidikan,yang meliputi : perencanaan,pengorganisasian,pengarahan,pelaporan,pengkoordinasian,pengawasan dan pembiayaan,dengan menggnakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia,baik personel,materil,maupun spiritual,untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

Didalam Dictionary of Education karangan Good Carter V edisi kedua 1959,dikatakan : “administrasi pendidikan adalah segenap teknik dan prosedur yang digunakan dalam penyelenggaraan lembaga pendidikan,sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan.

Dalam Admitistration of Public Education,1962,mengemukakan:”Administrasi Pendidikan adalah suatu proses yang berurusan dengan penciptaan,pemeliharaan,stimulasi dan penyatuan tenaga-tenaga dalam suatu lembaga pendidikan,dalam usaha merealisasikan tujuan-tujuan yang telah direntukan sebelumnya.”

Robert E.Wilson dalam bukunya,Educational Adminitrasion is the coordination of forces necessary for the good instruction of all children within a school organization into an orderly plan for accomplishing the unit’s objectives,and the assuring of

Their proper accomplishment.

Dari beberapa definisi diatas,didalam setipa kegiatan administrasi terdapat beberapa unsure yang selalu kait mengkait satu sama lain.Unsur tersebut,meliputi :

a) Adanya sekelompok manusia (sediktnya 2 orang)

b) Adanya tujuan yang dihendaki bersama

c) Adanya tugas atau fungsi yang harus dilaksanakan (kegiatan kerja sama)

d) Adanya peralatan dan perlengkapan yang diperlukan.



B.RUANG LINGKUP ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Admnistrasi pendidikan mencakup bidang-bidang yang sangat luas.Tercakup dialamnya administrasi personel,administrasi kurikulum,kepemimpinan,kepengawasan atau supervisi pendidikan,administrasi bisnis pendidikan,organisasi lembaga pendidikan,dan sebagainya.

Secara lebih terperinci,ruang lingkup administrasi pendidikan dapat diuraikan sbb:

a.Administrasi tata laksana sekolah

Hal ini meliputi :

1) Organisasi dan struktur pegawai tata usaha.

2) Otorosasi dan anggaran belanja keuangan sekolah.

3) Masalah kepegawaiaan dan kesejahteraan personel sekolah.

4) Masalah perlengkapan dan pembekalan.

5) Keuangan dan Pembukuannya.

6) Korespondensi/surat-menyurat

7) Laporan-laporan (bulanan,kuartalan,dan tahunan)

8) Masalah pengangkatan,pemindahan,penempatan dan pemberhentian pegawai.

9) Pengisian buku pokok,klapper,rapor dan sebagainya.

b.Administrasi personel pegawai guru dan sekolah.

Hal ini meliputi :

1) Pengangkatan dan penempatan guru

2) Organisasi personel guru-guru

3) Masalah kepegawaain dan kesejahteraan guru-guru

4) Rencana orientasi bagi tenaga guru yang baru

5) Konduite dan penilaian kemajuan guru-guru.

6) Inservice training dan Up grading guru-guru





c.Administrasi murid

hal ini meliputi :

1) Organisasi dan perkumpulan murid

2) Masalah kesehatan dan kesejahteraan murid

3) Penilaian dan pengukuran kemajuan murid

4) Bimbingan dan penyuluhan bagi murid-murid (guidance and counseling)

d.Supervisi pengajaran

hal ini meliputi :

1) Usaha membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru dan pegawai-pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masing-masing sebaik-baiknya.

2) Usaha mengembangkan,mencari,dan menggunakan metode-metode baru dalam mengajar dan belajar yang lebih baik

3) Mengusahakan dan mengembangkan kerja sama yang baik antara guru,murid,dan pegawai tata usaha sekolah.

4) Mengusahakan cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran

5) Usaha mempertinggi mutu dan pengalaman guru-guru (inservice training dan up-graiding ).

e.Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum

1) Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran

2) Menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi-materi,sumber-sumber,dan metode-metode pelaksanaannya,disesuakan dengan pembaharuan pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan masyarakat dan lingkungan sekolah.

3) Kurikulum bukanlah merupakan sesuatu yang harus diakui dan dituruti begitu saja dengan mutlak tanpa perubahan dan penyimpangan sedikit pun.Kurikulum lebih merupakan pedoman guru dalam menjalankan tugasnya.Dalam mempergunakan kurikulum,guru atau pendidik,disamping menuruti dan mengikuti apa yang tercantum didalamnya,berhak dan berkewajiban pula memilih dan menambah materi-materi,sumber-sumber ataupun metode-metode pelaksanaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan perkembangan masyarakat lingkungan sekolah,dan membuang serta mengurangi apa yang dianggapnya sudah tidak sesuai lgi dengan kemajuan dan kebutuhan masyarakat dan Negara pada umumnya.Itulah sebabnya maka pelaksanaan kurikulum perlu mendapat perhatian dan pembinaan kurikulum harus diusahakan dan dijalankan.

f.Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah

Meskipun pada umumnya perencanaan dan pendirian bangunan sekolah menjadi tanggung jawab pemerintah,dalam kenyataan dewasa ini,sesuai dengan kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan dan pengajaran di Negara kita,banyak sekolah yang didirikan oleh masyarakat atau pemerintah setempat dengan bekerja sama dengan para guru.Untuk ini sangat diperlukan pengetahuan bagi para guru tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan perencanaan dan pendirian sekolah seperti pengetahuan dan kecakapan mengenai :

a) cara memilihletak dan menentukan luas tanah yang dibutuhkan.

b) Mengusahakan,merencanakan dan menggunakan biaya pendirian gedung di sekolah.

c) Menentukan jumlah dan luas ruangan-ruangan kelas,kantor,gudang,asrama,lapangan olahraga,podium,kebun sekolah,dsb.Serta komposisi satu sama lain.

d) Cara-cara menggunakan kebun sekolah dan fasilitas-fasilitas lain yanmg efektif dan produktif,dan pemeliharaannya secara kontinyu.

e) Alat-alat perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran yang dibutuhkan.

f) Apa yang tercantum pada nomor 1 s/d 5 diatas sangat erat hubungannya dengan kurikulum,kondisi-kondisi,serta kemajuan masyarakat setempat dan bertambahnya jumlah anak-anak setiap tahunya yang memerlukan sekolah tersebut.

g.Hubungan sekolah dan Masyarakat

Hal ini mencaku hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain,hubungan sekolah dengan pemerintah setempat,hubungan sekolah dengan instansi-instansi atau jawatan lain,dan hubungan sekolah dengan masyarakat pada umumnya.Hendaknya semua hubungan itu merupakan hubungan kerja sama yang bersifat pedagogis,sosioligis,dan produktif,yang dapat mendatangkan keberuntungan dan perbaikan serta kemajuan bagi kedua belah pihak.Untuk ini kepala sekolah memegang peranan penting dan menentukan.



Dari uraian diatas,bidang-bidang yang tercakup didalam administrasi pendidikan dapat dikelompokkan sbb:

1. Administrasi material,yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi/benda-benda,seperti ketata usahaan sekolah,administrasi keuangan,gedung dan alat-alat perlengkapan sekolah,dan lain-lain.

2. Administrasi personel,mencakup didalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah,dan juga administrasi murid.Dalam hal ini,masalah kepemimpinan dan supervise atau kepegawaian memegang peranan yang sangat penting.

3. Administrasi kurikulum,yang mencakup didalamnya penyusunan kurikulum,pembinaan kurikulum,pelaksanaan kurikulum,seperti antara lain pembagian tugas mengajar pada guru-guru penyusunan silabus atau rancangan pembelajaran tahunan,persiapan harian dan mingguan,dan sebagainya.



C.FUNGSI-FUNGSI ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Fungsi-fungsi administrasi pendidikan,meliputi :

1. Perencanaan (planning)

Perencanaan adalah suatu cara menghampiri masalah-masalah yang merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi.Tanpa perencanaan atau planning,pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi itu berlangsung.Didalam setiap perencanaan,ada dua factor yang harus diperhatikan,yaitu factor tujuan dan factor sarana,baik sarana personel maupum material.

Langkah-langkah dalam perencanaan meliputi hal-hal sebagai berikut :

· Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai

· Meneliti masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan

· Mengumpulkan data dan informasi-informasi yang diperlukan

· Menentukan tahap-tahap atau rangkaian kegiatan

· Merumuskan bagaimana maslah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan terselesaikan.

Syarat –syarat perencanaan

Dalam penyusunan perencanaan syarat-syarat berikut.perlu diperhatikan :

§ Perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas

§ Bersifat sederhana,realistis, dan praktis

§ Terinci memuat segala uraian serta klasifikasi kegiatan dan rangkaian kegiatan,sehingga mudah dipedomani dan dijalankan

§ Memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kodisi sewaktu-waktu

§ Terdapat perimbangan antara bermacam-macam bidang yang akan digarap dalam perencanaan itu,menurut urgensi masing-masing

§ Diusahakan adanya penghematan tenaga,biaya,dan waktu serta kemungkinan penggunaan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia dengan sebaik-baiknya.

§ Diusahakan agar sedapat mungkin tidak terjadi adanya duplikasi pelaksanaan.

Merencanakan berarti pula memikikrkan penghematan tenaga,biaya dan waktu,juga membatasi ksalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dan menghindari adanya duplikasi atau pekerjaan rangkap yang dapat menghambat jalannya penyelesaian.

Perencanaan(planning) adalah aktifitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya maksud-maksud dan tuuan pendidikan.

2. Pengorganisasian (organizing)

Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang elah ditetapkan.Didalam pengorganisasian,terdapat adanya pembagian tugas-tugas,wewenang,dan tanggung jawab secara terinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian,sehingga terciptalah adanya hubungan-hubungan kerja sama yang harmonis dan lancer menuju pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian,antara lain ialah baha pembagian tugas,wewenang,dan tanggung jawab,hendaknya disesuaikan dengan pengalama,bakat,minat,pengetahuan,dan kepribadian masing-masing orang yang diperlukan dalam menjalankan tugas-tugas tersebut.

Fungsi organisasi,dapat diartikan bermacam-macam :

· Organisasi dapat diartikan sebagai member struktur,terutama dalam penyusunan/penempatan personel,pekerjaan-pekerjaan,material-material dan pikiran dalam struktur itu.Misalnya dalam pembentukan suatu panitia,bagaimana susunan suatu organisasinya,siapa yang menjadi pelindung,penasihat,ketua,penitera,bendahara,komisaris dan sebagainya.Dan ditentukan pula hubungan anggota-anggota panitia tersebut.

· Organisasi dapat pula ditafsirkan sebagai menetapkan hubungan antara orang-orang.kewajiban-kewajiban,hak-hak,dan tanggung jawab masing-masing anggota disusun mejadi pola-pola kegiatan yang tertuju pads tercapainya tujuan-tujuan,atau maksud-maksud kegiatan pengajaran.

· Organisasi dapat juga diartikan semata-mata mengingat maksudnya,yakni sebagai alat untuk mempersatukan usaha-usaha untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan.

Prinsip-prinsip oganisasi

Organisasi yang baik,memiliki cirri-ciri atau sifat sbb :

v Memiliki tujuan yang jelas

v Tiap anggota dapat memahami dan menerima tujuan tersebut

v Adanya kesatuan arah,sehingga dapat menimbulkan kesatuan tindakan dan kesatuan pikiran

v Adanya kesatuan perintah (unity of command) : para bawahan hanya hanya mempunyai sati atasan langsung dari padanya menerima perintah atau bimbingan,dan kepada siapa ia harus mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya.

v Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab masing-masing anggota.

v Adanya pembagian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan,keahlian,dan bakat masing masing,sehingga dapat menimbulkan kerja sama yang harmonis dan kooperatif

v Pola organisasi hendaknya relative permanen,dan struktus organisasi disusun sesederhana mungkin,sesuai dengan kebutuhan,koordinasi,pengawasan dan pengendalian.

v Adanya jaminan keamanan dalam bekerja.anggota tidak merasa gelisah karena takut dipecat atau ditindak dengan sewenag-wenang.

v Garis-garis kekuasaan dan tanggung jawab serta hierarkhi tata kerjanya jelas tergambar dalam struktur organisasi.

3. Pengoordinasian (coordinating)

Adanya bermacam-macam tugas yang di lakukan oleh banyak orang,memerlukan adanya koordinasi dari seorang pemimpin.Adanya koordinasi yang baik dapat menghindari kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat atau kesimpang siuran dalam tindakan.Dengan adanya koordinasi yang baik,semua bagian dan porsonel dapat bekerjasama menuju kesatu arah tujuan yang telah ditetapkan.

Kita mengetahui bahwa rencana atau program-program pendidikan yang harus dilaksanakan disekolah-sekolah sifatnya sangat kompleks dan menyangkut banyak segi yang saling bersangkut paut satu sama lain.Sifat kompleks yang dipunyai oleh program pendidikan di sekolah menunjukkan sangat perlunya tindakan-tindakan yang dikoordinasikan.Koordinasi ini perlu untuk mengatasi batas-batas personel seperti untuk mengatasi kemungkinan adanya duplikasi dalam tugas,perebutan hak dan tanggung jawab,ketidak seimbangan dalam berat ringannya pekerjaan,kesimpangsiuran dalam menjalankan tugas dan kewajiban dan sebagainya.

Maka :

Koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang,material,pikiran-pikiran,teknik-teknik,dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan.

4. Komunikasi

Dalam melaksanakan suatu program pendidikan,aktivitas menyebarkan dan menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud keseluruh struktus organisasi sangant penting.Proes penyampaian atau komunikasi ini,meliputi lebihg dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran,gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara tulisan dan lisan

Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara tertulis.Demikian pula komunikasi yang dilakukan secara informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya.

Menurut sifatnya,komunikasi ada 2 macam,yaitu komunikasi bebas dan komunikasi terbatas.Dalam komunikasi bebas,setiap anggota dapat berkomunikasi dengan anggota lain.Sedangkan dalam komunikasi terbatas<setiap anggota hanya dapat berhubungan anggota tertentu saja.untuk melaksanakan suatu program atau rencana,dalam batas-batas tertentu komunikasi bebas lebih baik dari pada komunikasi terbatas.

Komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi.

5. Supervisi

Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervise.Pengawasan bertanggung jawab keefektifan program itu.Oleh karena itu,supervise haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujan pendidikan.

Fungsi supervise terpenting,adalah sbb:

Menentukan kodisi-kondisi/syarat-syarat apakah yang di perlukan

Memenuhi/mengusahakan syarat-syarat yang diperlukan itu.

Supervisi sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktifitas-aktifitas untuk menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat yang essential yang akan menjamin tercapainya tujuan tujuan pendidikan

6. Kepegawaain (staffing)

Kepegawaian merupakan fungis yang tidak kalah pentingnya dengan fungsi lain.Dalam kepegawaian,yang menjadi titik penekanan ialah persona itu sendiri.Aktivitas yang dilakukan didalam kepegawaian adalah menetukan,memilih,menempatkan,dan membimbing personel

Sebenarnya,fungsi kepegawaaian ini sudah dijalankan sejak penyusunan perencanaan dan pengorganisasian.Didalam pengorganisasian telah dipikirkan dan diusahakan agar untuk persona-persona yang menduduki jabatan-jabatan tertentu.didalam struktur organisasi itu dipilih dan diangkat orang-orang memiliki kecakapan dan kesanggupan yang sesuai dengan jabatan yang dipegangnya.dalam hal ini,prinsip the right man in the right place selalu diperhatikan.

Masalah seleanjutnya yang harus diperhatikan dalam kegiatan-kegiatan kepegawaian ialah pemberian motivasi kepada guru pegawai agar selalu bekerja giat,kesejahteraan pegawai,baik jasman maupun rohani,insentif atau pengahrgaan terhadap jasa-jasa mereka,konduite dan bimbingan untuk dapat lebih maju,adanya keseimbangan untuk meng-update diri,masalah pemberhentian dan pension pegawai.

7. Pembiayaan (budgeting)

Ibarat bensin bagi sebuah mobil atau minyak bagi suatu motor,demikianlah pentingnya biaya atau pembiayaannya bagi setiap organisasi.Tanpa biaya yang mencukupi tidak mungkin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi.

Demikian pula organisasi seperti halnya dengan lembaga pendidikan atau sekolah.Setiap kebutuhan organisasi,baik personel maupun material,semua memerlukan adanya biaya.Itulah sebabnya maka masalah pembiayaan ini harus sudah mulai dipikirkan sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaannya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan itu ialah :

ü Perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan

ü Dari mana dan bagaimana biaya itu dapat diperolah,atau diusahakan

ü Bagaimana penggunaannya

ü Siapa yang akan melaksanakannya

ü Bagaimana pembukuan dan pertanggung jawabannya

ü Bagaiman pengawasannya,dll.

8. Penilaian (evaluanting)

Evaluanting sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktifitas untuk meneliti dan mengetahui sampai dimana pelaksaan yang dilakukan didalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai dengan rencana atau program yang telah diterapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.Setiap kegiatan,baik yang dilakukan oleh unsure pimpinan maupun bawahan,memerlukan adanya evaluasi.

Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan atau kekurangan-kekurangan serta kemacetan-kemacatan serta yang diperoleh dari tindakan evaluasi itu,selanjutnya dapat diusahakan bagaimana cara-cara memperbaikinya.

Setiap penutup uraian bab ini,perlu ditekankan disini bahwa fungsi-fungsi pokok yang telah dibicarakan itu satu sama lain sangat erat hubungannya,dan kesemuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu sama laindan merupakan rangkaian kegiatan yang kontinyu.





















BAB III

PENUTUP

A.KESIMPULAN



Administrasi pendidikan adalah penerapan ilmu administrasi dalam dunia pendidikan atau dalam pembinaan, pengembangan dan pengendalian usaha praktek-praktek pendidikan.adapun unsure-unsur pokok adminnistrasi yaitu adanya sekelompok manusia,adanya tujuan yang hendak dicapai bersama,adanya tugas yang harus dilaksanakan,dan adanya peralatan dan perlengkapan yang diperlukan.ruang lingkup adminstrasi pendidikan yaitu administrasi tata laksana sekolah,administrasi personel guru dan pegawai sekolah,administrasi murid,supervise pengajaran,pelaksanaan dan pembinaan kurikulum,pendirian dan perencanaan bangunan sekolah,hubungan sekolah dan masyarakat.fungsi-fungsi pokok adminstrasi pendidikan yaitu perencanaan,pengorganisasian,pengoordinasian,komunikasi,supervise,pengawasan,dan pembiayaan.



B.SARAN

Dari makalah ini,penulis berharap agar pembaca dapat mengaplikasikan pemahaman tentang administrasi pendidikan kedalam kehidupan.

















DAFTAR PUSTAKA



Burhanudin, Drs. Yusak. Administrasi Pendidikan, Gunung Agung, Jakarta: 2005



Nawawi, DR. Hadari. Administrasi Pendidikan, Gunung Agung, Jakarta: 1997



Rifai, MA. Moh. Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Sekar Djaja, Bandung: 2005



The Liang ,Drs. Gie.Pengertian,Kedudukan dan Perincian Ilmu Administrasi,Karya Kencana,Yogyakarta :1978



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



kepala sekolah sebagai administrator


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah S.W.T karena atas rahmat dan hidayahnya penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini, yang berjudul “KEPALA SEKOLAH SEBAGAI ADMINISTRATOR”
            Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah administrasi & supervisi pendidikan . Dalam menyusun makalah ini, penulis sangat di bantu oleh buku-buku pendukung, teknologi modern “Internet”, dosen mata kuliah serta rekan-rekan. Untuk memahami pokok bahasan yang di sajikan, penulis sajikan kesimpulan dan saran. Dengan harapan lebih mudah dalam mempelajarinya.
            Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan karya tulis ini. Selain itu, penulis mengucapkan terima kasih semoga amal ibadahnya diterima Allah S.W.T. Amin.

Wassalamualiakum Wr. Wb


Makassar, Oktober  2011



  Penulis
           



DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………...          1
Daftar isi……………………………………………………… 2
Bab I pendahuluan…………………………………………… 3
A.   Latar belakang…………………………………………  3
B.   Rumusan masalah……………………………………… 4
C.   Tujuan……………………………………………………         4
Bab II Pembahasan…………………………………………… 5
Bab IIIPenutup…………………………………………………         12
A.               Kesimpulan……………………………………………   12
B.               Saran…………………………………………………… 12
Daftar pustaka…………………………………………………          13













BAB I
PENDAHULUAN
 A.Latar Belakang
Penjaminan mutu merupakan kata kunci yang menjadi fenomena dalam duniapendidikan, hal ini terjadi seiring dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 20 tahun2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun2005 tentang standar nasional pendidikan. Implementasi dari kedua payung hukumtersebut di lakukan oleh pemerintah, antara lain dengan terbitnya Peraturan MenteriPendidikan Nasional Nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah.Salah satu isi dari PerMendiknas tersebut adalah kompotensi manajerial, kepemimpinanmerupakan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah.
Disamping itupelaksanaan Otonomi Daerah mengharuskan kepala sekolah untuk mampu menyesuaikandengan situasi dan kondisi peraturan yang berlaku di daerah masing masing. Atas dasarpokok pikiran tersebut maka kepala sekolah harus mempunyai keterampilan dalambidang kepemimpinan.Banyak variabel yang bisa mempengaruhi peningkatan mutu pendidikan, salahsatunya adalah peran kepala sekolah dan pengawas.
 Pengelolaan sekolah mencakupbeberapa unsur, antara lain mengembangkan dan merawat fasilitas sekolah;merencanakan dan mengusahakan pengadaan sumber belajar, buku, alat, dan bahan yangdibutuhkan guru untuk mengajar; bekerja sama dengan orang tua dan masyarakat; namunyang paling penting adalah menjamin mutu pendidikan yang diterima anak. Pengawasjuga mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi kepala sekolah, guru, orang tua danmasyarakat di wilayahnya supaya mereka secara aktif bekerja untuk meningkatkan mutupendidikan di sekolahnya. Ada beberapa kepala sekolah di masing-masing daerah yangberperan aktif dalam pengelolaan sekolahnya seperti yang diinginkan, namun masihbanyak yang pasif dimana mereka hanya melakukan administrasi wajib dan tidak berusaha mendorong kemajuan sekolahnya. Dalam bagian ini akan dibahas contoh perankepala sekolah dan pengawas yang aktif mendorong kemajuan pendidikan di sekolahnyaberdasarkan pengalaman nyata di lapangan. 

B. Rumusan Masalah
1. Memahami tugas kepala sekolah sebagai administrator.
2.Mengetahui penerapan tugas kepala sekolah sebagai administrator.

C.   Tujuan
Tujuan pembuatan makalah Kepala Sekolah Sebagai Administrator ini adalah sebagai berikut:
1.Untuk memenuhi tugas kelompok pada mata kuliah Administrasi Pendidikan
2.Untuk mengetahui penerapan teori kepala sekolah sebagai administrator
3.Untuk mengambil kesimpulan bagaimana penerapan yang sesuai kepala sekolah menjadi administrator di sekolah yang dipimpinnya.



BAB II
PEMBAHASAN
1.     Defenisi Kepala Sekolah
Secara sederhana kepala sekolah didefinisikan sebagai ”seorang tenaga fungsional guru diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antar guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran”. Kepala sekolah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks dan unik, serta mampu melaksanakan peranan kepala sekolah sebagai seorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin sekolah. keberhasilan kepala sekolah menunjukkan bahwa kepala sekolah adalah seorang yang menentukan titik pusat dan irama suatu sekolah. bahkan lebih jauh tersebut menyimpulkan bahwa keberhasilan kepala sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah. beberapa diantara kepala sekolah dilukiskan sebagai orang yang sebagai orang yang memiliki harapan tinggi bagi para staf dan para siswa, kepala sekolah adalah mereka yang banyak mengetahui tugas-tugas mereka dan mereka yang menentukan irama bagi sekolah mereka.
ü Tugas Pokok
Kepala Sekolah mempunyai tugas pokok mengelola penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Secara lebih operasional tugas pokok kepala sekolah mencakup kegiatan menggali dan mendayagunakan seluruh sumber daya sekolah secara terpadu dalam kerangka pencapaian tujuan sekolah secara efektif dan efisien.

ü Fungsi
1. Pendidik (Educator)
Sebagai pendidik, kepala sekolah melaksanakan kegiatan perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi pembelajaran. Kegiatan perencanaan menuntut kapabilitas dalam menyusun perangkat-perangkat pembelajaran; kegiatan pengelolaan mengharuskan kemampuan memilih dan menerapkan strategi pembelajaran yang efektif dan efisien; dan kegiatan mengevaluasi mencerminkan kapabilitas dalam memilih metode evaluasi yang tepat dan dalam memberikan tindak lanjut yang diperlukan terutama bagi perbaikan pembelajaran . Sebagai pendidik, kepala sekolah juga berfungsi membimbing siswa, guru dan tenaga kependidikan lainnya.
2. Pemimpin (leader)
Sebagai pemimpin, kepala sekolah berfungsi menggerakkan semua potensi sekolah, khususnya tenaga guru dan tenaga kependidikan bagi pencapaian tujuan sekolah. Dalam upaya menggerakkan potensi tersebut, kepala sekolah dituntut menerapkan prinsip-prinsip dan metode-metode kepemimpinan yang sesuai dengan mengedepankan keteladanan, pemotivasian, dan pemberdayaan staf.
3. Pengelola (manajer).
Sebagai pengelola, kepala sekolah secara operasional melaksanakan pengelolaan kurikulum, peserta didik, ketenagaan, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan sekolah-masyarakat, dan ketatausahaan sekolah. Semua kegiatan-kegiatan operasional tersebut dilakukan melalui oleh seperangkat prosedur kerja berikut: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Berdasarkan tantangan yang dihadapi sekolah, maka sebagai pemimpin, kepala sekolah melaksanakan pendekatan-pendekatan baru dalam rangka meningkatkan kapasitas sekolah.
4. Administrator.
Dalam pengertian yang luas, kepala sekolah merupakan pengambil kebijakan tertinggi di sekolahnya. Sebagai pengambil kebijakan, kepala sekolah melakukan analisis lingkungan (politik, ekonomi, dan sosial-budaya) secara cermat dan menyusun strategi dalam melakukan perubahan dan perbaikan sekolahnya. Dalam pengertian yang sempit, kepala sekolah merupakan penanggung-jawab kegiatan administrasi ketatausahaan sekolah dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
5. Wirausahawan.
Sebagai wirausahawan, kepala sekolah berfungsi sebagai inspirator bagi munculnya ide-ide kreatif dan inovatif dalam mengelola sekolah. Ide-ide kreatif diperlukan terutama karena sekolah memiliki keterbatasan sumber daya keuangan dan pada saat yang sama memiliki kelebihan dari sisi potensi baik internal maupun lingkungan, terutama yang bersumber dari masyarakat maupun dari pemerintah setempat.
6. Pencipta Iklim Kerja.
Sebagai pencipta iklim kerja, kepala sekolah berfungsi sebagai katalisator bagi meningkatnya semangat kerja guru. Kepala sekolah perlu mendorong guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam bekerja di bawah atmosfir kerja yang sehat. Atmosfir kerja yang sehat memberikan dorongan bagi semua staf untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan sekolah.
7. Penyelia (Supervisor).
Berkaitan dengan fungsi kepala sekolah sebagai pemimpin pengajaran, kepala sekolah berfungsi melakukan pembinaan professional kepada guru dan tenaga kependidikan. Untuk itu kepala sekolah melakukan kegiatan-kegiatan pemantauan atau observasi kelas, melakukan pertemuan-pertemuan guna memberikan pengarahan teknis kepada guru dan staf memberikan solusi bagi permasalahan pembelajaran yang dialami guru.

3.     Kepala sekolah sebagai Administrator
Kepala sekolah sebagai Administrator bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolahnya. Oleh karena itu, untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, kepala sekolah hendaknya memahami, menguasai dan mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan fungsinya sebagai administrator pendidikan Hal tersebut mencakup seluruh kegiatan sekolah, seperti; proses belajar-mengajar, kesiswaan, personalia, sarana prasarana, ketatausahaan dan keuangan serta mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat. Selain itu juga, kepala sekolah bertanggung jawab terhadap keadaan lingkungan sekolahnya.
Maka sebagai syarat mutlak menjadi kepala sekolah yang berkompeten, harus mampu dengan baik melaksanakan fungsi – fungsi administrasi pendidikan, yang meliputi perencanaan, penyusunan organisasi sekolah, pengoordinasian dan pengarahan serta pengelolaan kepegawaian.

1. Membuat Perencanaan
Kepala sekolah dituntut agar mampu membuat perencaanaan, paling tidak perencanaan tahunan yang hendak dilaksanakan oleh sekolah yang dipimpinnya. Sesuai dengan ruang lingkup administrasi sekolah, maka rencana atau program tahunan hendaklah mencakup bidang-bidang seperti berikut :
a. Program Pengajaran : pembagian tugas mengajar, pengadaan buku-buku pelajaran , alat-alat pelajaran, system penilaian hasil belajar, dan lain-lain.
b. Kesiswaan atau kemuridan  : syarat-syarat dan prosedur penerimaan murid baru, pengelompokan siswa/murid dan pembagian kelas, pelayanan keseehatan murid (UKS), dan sebagainya.
c. Kepegawaian : penerimaan dan penempatan guru/pegawai baru, mutassi dan atau promosi guru dan pegawai sekolah dan sebagainya.
d. Keuangan : yang mencakup pendanaan dan pengelolaan keuangan untuk berbagai kegiatan yang telah direncanakan, baik uang yang berasal dari pemerintah, atau dari BP3 ataupun sumber lainnya.
e. Perlengkapan : yang meliputi perbaikan atau rehabilitasi gedung sekolah, penambahan ruangan kelas, perbaikan atau pengadaan bangku murid, dan sebagainya.
          Perlu diperhatikan bahwa dalam penyusunan rencana tersebut, seorang kepala sekolah hendaknya mengikutsertakan para guru dan pegawai.

2. Menyusun Organisasi Sekolah
Tanggung jawab kepala sekolah sebagai administrator harus membentuk sebuah struktur yang sistematis untuk menetapkan dan menyusun hubungan kerja seluruh anggota organisasi sekolah. Hal itu digunakan agar tidak terjadi overlaping dalam tugas antar sesama anggota organisasi sekolah.
Dalam penyusunan organisasi sekolah, kepala sekolah perlu memperhatikan prinsip – prinsip berikut ini;
1)                Mempunyai tujuan yang jelas.
2)                Para anggota menerima dan memahami tujuan tersebut
3)                Adanya kesatuan arah sehingga menimbulkan kesatuan tindakan dan pikiran
4)                Adanya kesatuan pemerintah; para bawahan mempunyai atasan langsung.
5)                Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab seseorang di dalam organisasi itu
6)                Adanya pembagian tugas yang sesuai dengan kemampuan, keahlian dan bakat masing – masing.
7)                Struktur organsasi disusun sesuai dengan kebutuhan koordinasi, pengawasan dan pengendalian.
8)                Pola organisasi bersfat permanen dan adanya jaminan keamanan dalam bekerja serta garis – garis kekuasaan dan tanggung jawab secara hirearki jelas tergambar di dalam struktur organisasi.
9)                Adanya jaminan keamanan dalam bekerja.
10)           Garis-garis kekuasaan dan tanggung jawab

3. Bertindak Sebagai Koordinator
Pengoordinasian merupakan kegiatan yang menghubungkan seluruh personal organisasi dengan tugas yang dilakukannya sehingga terjalin kesatuan, keselarasan yang menghasilkan kebijaksanaan serta keputusan yang tepat. Kepala sekolah sebagai admnistrator harus mampu mengoordinasikan bawahannya, yang kegiatannya meliputi pengawasan, penilaan, pengarahan dan bimbingan terhadap setiap personal organisasi sekolah.
Dalam pelaksanaan pengoordinasian kepala sekolah sebaiknya bekerja sama dengan berbagai bagian dalam organsasi sekolah, seperti wali kelas, tata usaha, bimbingan dan penyuluhan, guru bagian kurikulum dan lain sebagainya
Adanya koordinasi yag baik dan berkelanjutan dapat menghindarkan kemiungkinan terjadinya persaingan tidak sehat atarbagian atau antarpersonel sekolah dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan. Dengan kata lain, adanya pengoordinasian yang baik memungkinkan semua bagian atau semua personel bekerja sama saling membantu kea rah satu tujuan yang telah ditetapkan bersama.

4. Melaksanaan Pengelolaan Pegawai
Kepala sekolah memiliki kewenangan dalam mengelola kepegawaian dalam organsasi sekolah, diantaranya kepala sekolah dapat mengangkat, mempromosikan, menempatkan atau menerima pegawai baru, baik itu sebagai guru, TU ataupun pembimbing ekstra kurikurer. Dalam pengelolaan kepegawaian, kepala sekolah harus memperhatikan kesinambungan kondisi dan kemampuan pelaksananya, antara: jenis kelamin, bakat, kekuatan fisik, latar belakang pendidikan dll.
Adapun cara – cara yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah dalam melakukan pengeloaan pegawai, antara lain:
1)                Mengadakan diskusi.
2)                Membentuk koperasi.
3)                Membentuk ikatan keluarga sekolah.
4)                Memberikan bantuan dan kesempatan seluas-luasnya kepada para pegawai untuk meningkatkan kemampuannya.
5)                Mengusulkan dan mengurus kenaikan gaji atau pangkat guru – guru dan pegawai tepat pada waktunya sesuai dengan peraturan yang berlaku.






BAB II
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Kepala sekolah sebagai administratror pendidikan penanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pendidikan pengajaran disekolahnya oleh karena itu, untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, kepala sekolah hendaknya memahami, menguasai dan mampu melaksanakan fungsi sebagai administrator pendidikan. Kepala sekolah sebagai administrator hendaknya mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan fungsinya sebagai adnimistrasi pendidikan dengan masyarakat.
Kepala sekolah sebagai administrator yang bertanggung jawab disekolah mempunyai kewajiban menjalankan sekolahnya.Ia selalu berusaha agar segala sesuatu disekolahnya berjalan lancar. Tugas kepala sekolah dalam bidang administrasi. Tugas ini berhubungan dengan kegiatan-kegiatan menyediakan, mengatur, memelihara dan melengkapi fasilitas material dan tenaga-tenaga personil sekolah. Tugas kepala sekolah dalam bidang administrasi antara lain: pengolahan pengajaran, pengolahan kepegawaian, pengolahan gedung dan halaman, pengolahan keuangan, pengolahan hubungan sekolah dan masyarakat, dan pengolahan kesiswaan.

B.     SARAN
Setelah pemaparan tugas-tugas dan fungsi kepala sekolah, khususnya sebagai administrator. Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan melalui peranan kepala sekolah.
            Kritik dan saran yang membangun kami harapkan dari pembaca untuk penulisan selanjutnya.




DAFTAR PUSTAKA

Burhanuddin, Drs. Yusak. Administrasi Pendidikan, Gunung Agung. Jakarta : 2005



Tidak ada komentar:

Posting Komentar